Diet Sehat Bernutrisi

Mengalami obesitas? Masalah berat badan? Berat badan tidak ideal? Program diet salah yang mengakibatkan pencernaan terganggu?
Semua masalah di atas cukup rentan dialami oleh setiap orang terutama pada wanita. Tak hanya beresiko pada kelangsungan kesehatan, bagi sebagian besar wanita kondisi ini akan menjadikan hilangnya rasa percaya diri dalam lingkungan sosial. Menjadi minder karena sulit untuk bisa berpenampilan seperti wanita lain yang memiliki bentuk tubuh yang lebih langsing dan lebih ideal.

Penyebab Kegemukan (Obesitas)


Kegemukan atau sering diistilahkan dengan obesitas dapat terjadi pada siapa saja tanpa mengenal umur, jenis kelamin maupun kehidupan sosial seseorang. Masalah kegemukan/obesitas adalah masalah yang dianggap serius di dunia kesehatan, hal ini dikarenakan tubuh yang mengalami kegemukan/obesitas rentan mendapatkan komplikasi penyakit lain. Bahkan masalah kegemukan/obesitas telah menjadi masalah yang dianggap sangat mengkhawatirkan di beberapa belahan negara. Contohnya seperti di negara Jepang saat ini, pemerintahnya sampai harus membuat sebuah aturan yang melarang penduduknya memiliki tubuh yang gemuk (menderita obesitas).

Bagaimana kegemukan/obesitas dapat terjadi pada tubuh seseorang?
Secara ilmiah, kegemukan/obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan gizi makanan (konsumsi kalori) dengan kebutuhan tubuh seseorang. Faktor metabolisme tubuh yang kurang baik dan gaya hidup seseorang dapat menjadi pemicu kegemukan/obesitas. Beberapa faktor yang memicu terjadinya kegemukan/obesitas dipengaruhi oleh :

» Faktor Genetik / Keturunan

Faktor genetik / keturunan dapat mempengaruhi kegemukan/obesitas, meskipun masih sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik seseorang. Namun sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.  Hasil penelitian gizi di USA melaporkan dimana seorang anak yang terlahir dari orang tua yang memiliki berat badan normal memiliki peluang sebesar 10% untuk menjadi gemuk. Bila salah satu orang tua mereka menderita obesitas, peluang ini akan naik menjadi 40% - 50%. Dan apabila kedua orang tua mereka adalah penderita obesitas makan peluang ini semakin naik hingga 70% - 80%.

» Faktor Lingkungan Sosial

 Pengaruh lingkungan sosial juga menciptakan peluang seseorang mengalami kegemukan atau menderita obesitas. Hal ini dipicu oleh pola gaya hidup bagaimana aktivitas makan seseorang, apa yang dimakan seseorang, dan jumlah berapa kali seseorang makan.

» Faktor Psikis

Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa memengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang sedang mengalami stress dan rasa kecewa terhadap sesuatu melampiaskannya dengan makan.

» Faktor Aktivitas Fisik

 Kurangnya aktivitas fisik pada seseorang memungkinkan menjadi salah satu penyebab kegemukan (obesitas) Seseorang yang cenderung mengonsumsi makanan kaya lemak dan tidak melakukan aktivitas fisik yang seimbang seperti olah raga dengan teratur, akan mengalami obesitas.

Resiko Yang Mengintai Penderita Kegemukan (Obesitas)


Penderita kegemukan/obesitas memiliki resiko tinggi terkena komplikasi berbagai penyakit, Beberapa penyakit yang sering mengintai penderita kegemukan/obesitas adalah seperti misalnya jantung koroner, diabetes melitus, stroke, kanker, osteoarthritis, gout dan penyakit batu empedu. Karena itu memiliki bentuk tubuh yang langsing dengan berat badan yang ideal cenderung lebih menguntungkan kesehatan anda.

 

Bagaimana Cara Yang Efektif Menguruskan Badan?


Tubuh yang langsing dan ideal adalah dambaan setiap wanita. Jika disuruh untuk memilih, umumnya wanita pasti akan memilih memiliki bentuk tubuh yang langsing dan ideal. Namun usaha untuk menurunkan berat badan dan meraih berat badan ideal bukanlah sebuah perkara yang mudah. Sangat dibutuhkankan komitmen, tekad, dan disiplin yang kuat dalam menjalani metode menguruskan badan. Salah satu metode yang paling umum yang ditempuh untuk menguruskan badan adalah dengan menjalani program diet. Berikut adalah beberapa metode yang sebaiknya diterapkan saat menjalani diet sehat untuk menguruskan badan.

1. Mengatur Pola Makan

Banyak orang yang salah paham bahwa diet adalah mengurangi porsi makan secara drastis bahkan tidak makan sama sekali. Cara ini adalah keliru karena jika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maka seseorang akan beresiko mengalami kerusakan organ tubuh, hal ini dikarenakan tubuh mengambil nutrisi dari organ tubuh. Diet yang sehat dan benar sebaiknya dibarengi dengan tetap mengonsumsi makanan yang bertujuan agar metabolisme tubuh tetap aktif. Diet bukan berarti kita tidak makan dan menjadikan diri dalam kondisi kelaparan. Diet yang sehat dan benar adalah mengatur pola makan dengan cara mengonsumsi makanan yang tetap benutrisi, membuat kita kenyang, namun tidak membuat tubuh kita menjadi gemuk. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatur pola makan :
  • Mengurangi karbohidrat, menghindari makanan berlemak yang menyebabkan kegemukan, dan memperbanyak makanan berserat sangat membantu saat untuk menurunkan berat badan. Makanan berserat tinggi dapat membantu proses pencernaan. Makanan berserat menjaga perut kenyang untuk waktu yang lama dan menjadikan kita makan menjadi lebih sedikit saat waktu makan berikutnya. Makanan berserat tinggi mengandung karbohidrat yang tidak dapat dicerna. Karbohidrat yang tidak dapat dicerna akan dibuang oleh tubuh bersama lemak dan kotoran yang terikat bersamanya.
  • Mengurangi makanan makanan instan, fast food/junk food (makanan siap saji). Jenis makanan dalam kategori ini yang memicu menambah berat badan.
  • Memperbanyak minum air putih minimal 8 gelas sehari, perbanyak makanan segar, dan mengurangi konsumsi gula.
  • Menghindari kebiasaan ngemil tidak sehat. Jika ingin ngemil, pilihlah camilan yang bukan gorengan dan rendah lemak seperti buah-buahan. Dan sebaiknya berhentilah makan 3 - 4 jam menjelang tidur.
  • Tetap makan 3X s/d 6X sehari secara teratur dengan porsi yang lebih sedikit. Saat menjalani program diet tubuh kita tetap harus mendapatkan nutrisi sebagai sumber energi.

2. Istirahat Cukup

Tahukah Anda bahwa ternyata tidur yang cukup dan berkualitas adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan diet Anda? Berdasarkan penelitian, kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon pengatur nafsu makan yang akhirnya dapat memicu makan berlebihan, terutama makanan manis, dan hasilnya diet pun menjadi kacau.

Selain itu, kurang istirahat dapat mengganggu proses metabolisme dalam tubuh. Saat tidur, tubuh akan melakukan perbaikan sel-sel yang rusak, pertumbuhan sel-sel dan jaringan tubuh yang baru, serta memastikan metabolisme tubuh berjalan optimal. Jadi, istirahatlah yang cukup untuk mendapatkan pembakaran lemak yang efektif.

Tidur yang cukup terbukti penting dalam menjalani program diet sehat dan efektif. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidurnya cukup akan mengalami penurunan berat lemak yang lebih besar saat mengikuti program diet dibandingkan dengan orang yang kurang tidur. Orang yang kurang tidur akan kehilangan lebih banyak otot selama program diet. Padahal, otot berperan penting di dalam pembakaran kalori dan agar tubuh terlihat lebih kencang.

Kurangnya waktu tidur juga akan mengganggu keseimbangan hormon pengatur nafsu makan yang bisa memicu seseorang menjadi makan berlebihan, hasilnya program diet akan menjadi tidak efektif. Aktivitas tidur yang cukup tidak hanya dilakukan pada saat menjalani program diet saja, tapi sebaiknya dilakukan rutin sehari-hari. Tidur merupakan waktu yang penting bagi tubuh untuk beristirahat sehingga sel-sel tubuh dapat berkembang dan diperbaiki dan metabolisme tubuh berjalan optimal.

Berapa jam waktu tidur yang baik kita? Waktu tidur yang dibutuhkan masing-masing orang berbeda-beda, di antaranya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur, kondisi kesehatan, maupun aktivitas. Secara umum, idealnya orang dewasa disarankan untuk tidur 7 hingga 8 jam setiap harinya.

3. Olahraga Secara Teratur

Selain mengatur pola makan, olahraga secara teratur sangat efektif dan mampu mempercepat kamu untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Sangat diperlukan sebuah aktivitas fisik dalam menurunkan berat badan. Olahraga secara teratur akan meningkatkan metabolisme tubuh kamu. Pada saat kita berolahraga maka timbunan lemak pada tubuh akan dibakar menjadi energi.


Jenis olahraga yang sangat efektif untuk menurunkan berat badan adalah olahraga kardiovaskular, olahraga yang memacu denyut jantung, pernapasan serta pembuluh darah. Jenis olahraga yang termasuk dalam golongan kardiovaskular adalah olahraga seperti berlari, bersepeda, aerobik, dan berenang.
  • Berlari
Berlari merupakan salah satu aktivitas kardiovaskular untuk menjaga kesehatan tubuh dan terbaik untuk mengurangi berat badan. Berlari adalah sebuah olahraga yang sangat mudah untuk dilakukan. Berlari menjadikan kalori akan dibakar oleh tubuh, menjadikan lemak yang ada dalam tubuh akan larut dan berubah menjadi tambahan energi. Tetapi tidak semua orang cocok untuk olahraga berlari dikarenakan ada sebagian besar orang yang sensitive terhadap aktivitas olahraga keras.
  • Bersepeda
Bersepeda adalah jenis olahraga latihan menurukan berat badan yang sifatnya menyenangkan dan bisa dilakukan hampir semua orang. Aktivitas fisik dengan bersepeda dapat dilakukan sendiri atau berkelompok agar kegiatan bersepeda menjadi lebih bersemangat. Aktivitas bersepeda akan membakar banyak kalori dan memberikan manfaat yang baik untuk perkembangan otot kaki kita. Otot kaki adalah otot besar yang mampu membakar banyak lemak di dalam tubuh kita. Kegiatan bersepeda juga memiliki manfaat untuk melatih jantung, system pernapasan, memperlancar pembuluh darah dan mampu meredakan stress.
  • Senam Aerobik
Aerobik merupakan sebuah aktivitas dan latihan fisik yang sangat menyenangkan untuk menurunkan berat badan. Latihan aerobik yang diiringi dengan musik favorit akan menjadikan kamu lebih bersemangat dan lebih bertenaga dalam melakukan aktivitas fisik yang satu ini. Latihan aerobik berguna untuk membakar lemak, membuat tubuh lebih berotot, tubuh menjadi lebih lincah dan ramping. Latihan aerobik mengurangi resiko penyakit yang berkaitan dengan obesitas. Aerobik juga dapat membangun kekuatan jantung, menjadikan tubuh tetap lebih bugar, suasana hati menjadi lebih baik dan mampu mengurangi stress.
  • Berenang
Berenang merupakan aktivitas fisk yang dapat membakar kalori hingga 24%. Olahraga berenang bermanfaat membentuk dan menguatkan otot. Hal ini dikarenakan aktivitas berenang melibatkan banyak otot seperti otot tangan, otot kaki dan otot punggung. Ketika berenang hampir seluruh otot pada tubuh akan ikut bergerak, mulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, punggung, perut, pinggang, anggota gerak bawah dan telapak kaki. Aktivitas fisik berenang juga bermanfaat untuk melatih jantung, fungsi paru-paru, melancarkan sirkulasi darah. Berenang juga mampu meredakan stress dikarenakan secara psikologis seseorang akan lebih rileks setelah berenang.

Terimakasih telah membaca FibreSlim - Diet Sehat Bernutrisi | Rahasia Tubuh Langsing, Ideal dan Cantik Alami. Solusi Mengatasi Obesitas atau Kegemukan. Pelangsing Herbal Serat Alami dan Bernutrisi. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat